Caleg Senior Berebut Kursi Dapil Neraka, 4 Petahana Pensiun - Abdinews.com

728x90 AdSpace

Trending
Minggu, 22 Juli 2018

Caleg Senior Berebut Kursi Dapil Neraka, 4 Petahana Pensiun

BANDARLAMPUNG - Tak hanya pertarungan menuju kursi DPR RI pada Pileg 2019 yang diprediksi akan sengit, perebutan kursi DPRD Provinsi Lampung juga bakal ketat. Guna memastikan target kursinya aman, parpol tetap mempertahankan kadernya yang sudah tiga periode di DPRD Lampung. Para  wakil rakyat "abadi" itu akan meladeni caleg muda yang oleh parpolnya juga diharapkan menyumbang suara signifikan.
Politisi gaek PPP H. MC. Iman Santoso yang kini duduk di Komisi I DPRD Lampung kembali maju di dapil 1 Bandarlampung. Pemilik sapaan akrab Mas Wiwik ini bahkan harus mengurungkan niatnya maju di DPD RI guna menjaga target kursinya di DPRD Lampung.
“Mas Wiwik kita minta tetap nyaleg dapil Bandarlampung untuk DPRD Provinsi Lampung. Alhamdulillah Mas Wiwik memahami dan membatalkan pencalonannya di DPD trus tetap maju mengamankan kursi PPP dapil Bandarlampung,” kata Sekretaris DPW PPP Lampung, H. Azazie STGD.
Di Golkar ada H.Tony Eka Candra, politisi Golkar yang saat ini duduk sebagai Sekretaris Komisi III DPRD Lampung tersebut, tercatat sudah 25 tahun menyandang status sebagai wakil rakyat.
Tiga periode sebagai anggota DPRD Lampung dan dua periode sebagai anggota DPRD Bandar Lampung.
Tony dipastikan maju melalui daerah pemilihan (dapil) dua, yakni Lampung Selatan. Tony Eka Candra mengaku ditugaskan kembali oleh Partai Golkar untuk maju sebagai caleg DPRD Lampung.
Sebagai kader partai, Tony pun siap menjalankan tugas tersebut.
Tony yakin dirinya bakal terpilih lagi sebagai anggota DPRD Lampung.
"Insya Allah siap. Sebagai kader partai, jika partai menugaskan, saya harus siap," kata Tony, Sabtu (21/7) malam.
Ia mengaku sudah mempersiapkan strategi khusus untuk mempertahankan kursi di DPRD Lampung.
Selain Tony, ada Yandri Nazir yang tercatat sudah 15 tahun sebagai wakil rakyat. Politisi Partai Demokrat tersebut masuk dalam dapil delapan.
Kemudian, Abdullah Fadri Auli yang juga sudah 15 tahun duduk sebagai wakil rakyat. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu maju kembali untuk mempertahankan kursinya di DPRD Lampung. Namun, pemilik sapaan akrab Bang Ab ini tak lagi dari dapil tiga, yakni Metro, Pesawaran, dan Pringsewu. Bang Ab kini nyalon dari dapil 1 Bandarlampung.
Sementara itu, pertarungan antarcaleg di masing-masing dapil dipastikan akan sengit. Terlebih, dapil 1 yang meliputi wilayah Bandar Lampung. Dapil itu pun disebut sebagai dapil neraka, lantaran banyak politisi senior dan pendatang baru yang punya nama besar yang bertarung di sini.
Dari kalangan petahana, ada Eva Dwiana Herman HN dan Apriliati  (PDIP), Bang Ab dan Murswi (PAN), Fauzan Sibron (NasDem) dan Azwar Yacub (Golkar).
Eva Dwiana semula berencana akan "naik kelas" menuju kursi DPR RI. Namun pada menit- menit akhir, Eva ternyata urung menuju Senayan. Ia kembali maju sebagai caleg PDIP untuk kursi DPRD Lampung.
Wakil Ketua DPD PDIP Lampung Bidang Polhukam, Watoni Noerdin mengatakan, Eva masih akan maju di DPRD Lampung melalui dapil satu, Bandar Lampung. "Iya benar (Eva maju di DPRD Lampung). Jadi begini, karena ada penugasan dari DPP PDIP, Bunda (Eva), masih tetap di provinsi (DPRD Lampung). Penugasannya dari DPP, jadi mau bilang apa lagi," kata Watoni.
Nama-nama baru yang bermunculan di dapil satu juga tidak kalah menarik. Sebut saja, politisi muda dari Partai Demokrat, Novia Tobing dan Rita Purnamasari dari Partai NasDem. Nama Novia mulai melejit setelah menjadi anggota tim kuasa hukum pasangan gubernur-wakil gubernur, M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri, yang menggugat ke Bawaslu.
Novia pun sudah mempersiapkan diri untuk ikut bertarung dalam konstetasi Pileg 2019 mendatang. Meski sebagian besar lawannya merupakan politisi senior, Novia mengaku tidak gentar dan tetap optimistis. "Mudah-mudahan siap. Tapi ya, siap tidak siap harus siap. Karena sudah dipercaya oleh partai untuk maju, jadi harus siap," kata Novia.
Sedangkan, Rita Purnamawati sudah sejak lama mempersiapkan diri menuju kursi legislatif. Baliho Rita pun sudah banyak tersebar di berbagai sudut Kota Tapis Berseri.
Rita mengaku akan menampung aspirasi masyarakat yang berkaitan dengan persoalan-persoalan pendidikan, perempuan, serta kaum muda atau milenial.
"Dengan duduk sebagai wakil rakyat, tentunya akan semakin mudah bagi masyarakat menyampaikan aspirasinya," kata Kepala Sekolah SMK Bhakti Utama tersebut.
Sementara di dapil dua, Lampung Selatan, pertarungan tidak kalah sengit juga akan terjadi. Selain ada nama Tony Eka Candra, nama-nama petahana lainnya semisal Tulus Purnomo, Antoni Imam, Zamzani Yasin, dan Azwar Safarudin akan bertarung ketat.

Sementara, sejumlah anggota petahana DPRD Lampung hampir dipastikan memilih pensiun dari ingar bingar panggung politik.
Berdasarkan informasi ada empat petahana yang tidak lagi maju dalam Pileg 2019 mendatang. Keempatnya adalah Syafariah Widianti (PDIP), serta Mozez Herman dan Hartato Lohjaya (Partai Demokrat) serta Hj. Zelda (PPP).
"Saya sepertinya istirahat, tidak ikutan lagi (sebagai caleg), sudah tua," ucap Atu Ayi, sapaan akrab Syafariah Widianti. Kepastian kakak kandung Sjachroedin ZP itu tidak lagi maju dalam Pileg 2019, dibenarkan Watoni.
Selain yang pensiun juga ada tiga petahana yang maju dalam Pileg 2019 dari partai yang berbeda, dengan partai yang dibelanya pada Pileg 2014. Ketiganya adalah Midi Ismanto dan Khaidir Bujung yang merupakan anggota Fraksi PKB DPRD Lampung serta Yozi Rizal, anggota DPRD Lampung dari Hanura.
Kini, ketiganya tercatat maju dari Partai Demokrat untuk menjadi anggota DPRD Lampung pada Pileg 2019. (cah)
Caleg Senior Berebut Kursi Dapil Neraka, 4 Petahana Pensiun Reviewed by abdinews com on Juli 22, 2018 Rating: 5 BANDARLAMPUNG - Tak hanya pertarungan menuju kursi DPR RI pada Pileg 2019 yang diprediksi akan sengit, perebutan kursi DPRD Provinsi Lampung...

Tidak ada komentar: