Senin, 02 April 2018

Kampanye Arinal-Nunik Terancam Sanksi Tindak Pidana



Bandar Lampung-Adanya pembiaran yang dilakukan oleh Pasangan calon (Paslon) nomor tiga, Arinal-Nunik terkait maraknya anak-anak dan remaja dibawah umur yang menghadiri kampanye paslon yang diusung Partai Golkar, PKB dan PAN dinilai Ketua Umum Komnas Anak Arist Merdeka Sirait panitia penyelenggara dan Paslon dapat dikenakan sanksi tindak pidana bahkan dipenjara.

“ Menyelenggarakan kampanye terbuka Pasangan Calon (Paslon) pemimpin daerah dengan menghadirkan pekerja seni dengan berbagai cara konser musik, lomba dan lain-lain sebagai bungkus dari daya tarik menghadirkan massa khususnya anak-anak dibawah usia 17 tahun yang belum mempunyai hak politik untuk memilih, menurut UU RI nomor 35 Tahun 2014 mengenai perubahan UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Kesepakatan Instrumen International Konvesi PBB Tentang Hak Anak Paslon dan panitia peyelenggara kampanye dapat dikenakan sanksi tindak pidana penjara,”urai Aris Merdeka sirait dilansir dari pelitanusantara.co.id, Senin (02/04).

Dikatakannya, Paslon yang  dengan sengaja membiarkan Panitia Penyelenggara menghadirkan atau mendatangkan  dan  melibatkan anak dibawah usia 17 tahun dalam kegiatan politik di dalam dan diluar ruang,  baik dengan cara menirukan simbol-simbol partai dan meneriakan nama calon dan memakai atribut Paslon dan partai, maka Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU)  dapat  mendiskualifikasi Paslon dan melaporkan tindak pidana pemilunya kepada Kepolisian.

” Inilah salah satu langkah untuk melindungi Anak dari eksploitasi politik yang sedang marak dalam menghadapi Pilkada serentak Juni 2018,” tegasnya.

Dia berharap agar semua paslon dan Parpol dalam Pilkada 2018 agar tidak memanfaatkan atau mengeksploitasi anak-anak dalam segala bentuk kampanye politik , selain itu ia meminta agar masyarakat selektif serta cerdas dalam menentukan pilihan serta agar orang tua tidak mengajak dan mengikutsertakan anak-anak dala  kampanye semua paslon.

“Keselamatan anaklah yang paling utama. Belajar demokrasi bagi anak bukan dengan cara mencelakan anak dan menanamkan nilai-nilai kebencian pada Anak,” tutupnya.



SHARE THIS

Author:

0 komentar: