Minggu, 11 Maret 2018

Arinal Dikenal Wartawan Sosok Arogan


 



Aliansi Juralis Independen (AJI) Bandarlampung mengecam tindakan arogan Sekprov Lampung Arinal Djunaidi terhadap salah seorang wartawan Tribun di pelataran Asrama Haji, Bandarlampung, Senin (18/4/2016). Pernyataan tersebut disampaikan Ketua AJI Bandarlampung Yoso Muliawan kepada Koran Digital inilampung.com, Senin (18/4/2016) malam, pukul 22.08. 

Dikatakan Yoso, perlakuan pejabat Pemprov Lampung (Arinal Djunaidi) terhadap wartawan  sudah menunjukkan sikap arogan. Ia menilai, seharusnya pejabat selevel Arinal Djunaidi lebih kooperatif kepada jurnalis sebagai bentuk keterbukaan informasi. “Dia kan pejabat publik, mestinya kooperatif dengan tugas wartawan. Kalau merasa tidak suka dengan pemberitaan, bisa dibantah karena ada hak jawab yang diatur dalam UU Pers,” tandas Yoso

Sejak hari Sabtu pekan lalu berita tentang dugaan pemukul pegawai penerbangan Garuda Indonesia di Bandara Raden Inten II, Lampung terus gencar. Beberapa media termasuk Tribunlampung, harianlampung.com, saibumi.com, duajurai.com, teraslampung.com,dan beberapa koran cetak lain menyorotinya.  Apalagi, dalam peristiwa itu, nama Arinal Djunaidi dituduh sebagai pelaku yang memukul. Sekprov Lampung Arinal Djunaidi merasa tersinggung dan “terhukum” dengan pemberitaan media atas kasus dugaan penganiayaan yang dilakukannya kepada petugas Bandara Radin Intan II, Branti, Lampung Selatan, Sabtu (16/4/2016).

 Awak media ingin mengkonfirmasi kepada pejabat Pemprov Lampun saat ditenui di pelataran Islamic Center Rajabasa, Senin (18/4/2016). Namun, Arinal justru mememarahi wartawan Tribun. Oleh karena itu, ketua AJI Lampung, Yoso Muliawan mendesak Pemprov Lampung meminta maaf kepada jurnalis yang menerima tindakan arogansi Sekprov Lampung Arinal Junaidi.

 Wartawan Cuma Cari Makan Koran Harian Bandarlampungnews.com, Selasa (19/4), pagi ini menurunkan laporan headline. Judulnya Sekprov; wartawan cuma cari makan dengan tinta warna merah, dan font huruf tebal (verdana). Di dalam berita itu, dikutif beberapa kalimat yang dinlai wartawan terkesan arogan. Arinal merasa sakit hati dengan Lampung.com (harianlampung.com red) yang  masih satu grup dengan koran bandarlampungnews milik ketua PWI Supriyadi Alfian.

Soalnya, masih kata Arinal Djunaidi, kenapa yang lain tidak memberitakan, tapi jsutru media tersebut yang genjar menuliskan laporan pemukulan pegawai penerbangan garuda. "Kenapa yang lain tidak (memberitakan)? Kamu orang mau cari duit!", kata Arinal Djunaidi 

dikoran bandarlampungnews, yang terbit dihalaman pertama hari Selasa (19/4), pagi ini.
Seharusnya, wartawan mengkonfirmasi kebenaranya. "Kalian tidak crosscek, sesuka hati aja membuat berita," kata Arinal yang dikesankan sebagai ancaman. Harian Lampung membantah bahwa dirinya tidak pernah melakukan konfirmasi ke Arinal. Harianlampung.com telah menghubungi Arinal beberapa sambungan telepon, sejak beberapa saat peristiwa laporan pemukulan terjadi. Namun, tidak diangkat.(sumber inilampung.com)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: