Rabu, 28 Februari 2018

Sidang Perseteruan Oknum DPRD Metro Vs Warga Dengan Agenda Pledoi

Suasana persidangan dengan terdakwa meliyana

Metro - Perseteruan antara oknum Wakil Ketua DPRD Kota Metro Nuraida (54) sebagai pelapor dengan  Meliyana (52) warga Metro sebagai terlapor telah melalui persidangan sebanyak 16 kali persidangan, namun belum juga selesai.

Menurut M. Fajrin Mega Putra selaku kuasa hukum terdakwa Meliyana, persidangan telah berjalan sebanyak 16 kali persidangan. Dan sampai hari ini, Rabu (28/02/2018) sidang dengan agenda pembacaan pledoi.

"Perkara ini yang menyangkut terdakwa Meliyana, hari ini penyampaian Pledoi, bahwa menurut kami, apa yang menjadi sangkaan atau tuduhan terhadap terdakwa belum memberikan fakta yang jelas atau kami menganggap itu tidak konkrit," jelasnya.

Fajrin juga menuturkan, saksi yang selama ini diajukan oleh pihak pelapor memberikan keterangan yang sepertinya dipaksakan, alasannya menurut dia,  keterangan para saksi tidak bisa membuktikan secara detail, seolah perkara tersebut, terdakwa Meliyani diduga telah melakukan perbuatan pencemaran nama baik terhadap Nuraida.

“Padahal pembuktian dan fakta persidangan tidak ada kesaksian yang dapat membuktikan  perbuatan tersebut," tuturnya

Seharusnya kata dia, jaksa penuntut umum (JPU) harus menekankan pentingnya mempertimbangkan berbagai faktor untuk melakukan proses pemidanaan  (Criminalization) agar menjaga dalil Ultimum remedium dan tidak terjadi over criminalization.

"Maksudnya adalah JPU jangan menggunakan hukum pidana dengan cara emosional, jangan menggunakan hukum pidana untuk memidanakan perbuatan yang tidak jelas korban atau kerugiannya. Serta jangan menggunakan hukum pidana apabila tidak didukung oleh masyarakat secara kuat," paparnya.

Telepas dari itu semua, kata dia, JPU telah keliru menuntut berdasarkan ketersinggungan pelapor yang dituduhkan kepada terdakwa dan yang dianggap merusak nama baik pelapor.

“Yang juga merupakan Anggota DPRD kota Metro,” pungkas Fajrin. (Bams)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: